Showing posts with label relief jepara. Show all posts
Showing posts with label relief jepara. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Ukiran Jepara

Filosofi Ukiran Jepara

 

Sedikit berbicara soal seni ukir jepara, sejarah ukiran jepara terdengar sejak zaman kewalian. yaitu pada zaman walisongo. yang mengenalkan seni ukir sebenarnya adalah sunan kudus, pada waktu itu sunan kudus berhenti di jepara dan ada benda pusakanya yang jatuh yaitu tata. tata adalah alat untuk mengukir ukiran jepara.
dan pada perkembangannya, ukiran jepara berkembang pesat sampai di kenal penjuru dunia. ukiran jepara di kenal karena seni yang di hasilkan itu hidup. selain itu seni ukir jepara juga memilik arti dan memiliki beberapa motif yang menjadi ciri khas ukiran jepara.
pertama adalah motif majapahitan, motif ini biasanya di ukir di bagian sandaran kursi dengan gaya ukiran majapahit. ciri – cirinya adalah di setiap bagian ukiran pasti banyak ulir.  dan di tenga2 di mulai dengan ukiran bunga.
kedua adalah ukiran kudusan, motif ini biasanya di ukir pada pintu yang bergaya jati tua.  dan di setiap tiang terdapat ukiran yang menjurus ke motif 2 dimensi karna kedalaman ukiran, sehingga ukiran lebih tanpak hidup.
ketiga yaitu ukiran motif relief, motif ini termasuk tergolong seni yang bernilai tinggi. relief jepara sudah terkenal sampai kemana – mana karena kualitas seninya yang bagus dan terkesan hidup.
dengan perkembangan zaman yang semakin modern membuat seniman jepara harus berfikir kreatif dan inovatif untuk bersaing dengan seni ukiran daera lain. tetapi pada dasarnya memang ukiran jepara sudah terkenal dengan seni yang tinggi maka tak perlu kuatir.

seniman jepara biasanya memakai bahan kayu jati jepara untuk membuat ukiran atau produk jepara. yang di hasilkan dari seni ukir jepara antara lain:

 

Almari jepara khas ukiran jepara, sofa jepara khas ukiran jati maupun mahogany. kursi dll. sekarangpun seni ukiran jepara sudah berkembang menjadi kerajinan minimalis. jadi seni ukir jepara ini memang mengikuti perkembangan zaman.
dan sekarangpun seni ukiran jepara masih eksis dan siap bersaing dengan produk lain.
kenapa orang lebih suka dengan kayu jati? kayu jati merupakan kayu yang berkualitas tinggi dan memiliki warna yang kecoklat – coklatan sehingga ukiran jepara lebih nampak hidup kalau di ukir memakai kayu jati jepara. sebenarnya masih ada satu kayu yang juga cocok untuk di buat bahan seni ukiran jepara. yaitu kau , mahogany. kayu mahogany mulai di buat untuk bahan ukiran jepara sejak tahun 1990an. bahan baku ini memiliki karakteristik tersendiri sehingga para eksportir jepara sering menggunakan kayu mahogany ketimbang kayu jati karena kayu mahogany bisa di finishing sesuai keinginan.

Thursday, June 25, 2015

Sejarah dan Kebudayaan Jepara

Sejarah dan Kebudayaan Jepara

JEPARA DAN UKIRAN

Dewasa ini, Ukiran adalah kerajinan utama dari kota Jepara.Yang dimaksud disini adalah ukiran yang berasal dari kayu yang bisa berasal dari kayu jati,mahoni,sengon dan lain-lain.Di kota Jepara hampir di seluruh kecamatan mempunyai mebel dan ukir kayu sesuai dengan keahliannya sendiri-sendiri.Hasil dari kerajinan ukir jeparabisa bermacam-macam bentuk mulai dari motif patung,motif daun,relief dan lain-lain.

Ukiran dari kayu di jepara ini untuk produksinya ada tempat-tempat yang lekat dengan para ahli pahat ukir jepara sebagai centre of production yaitu di Desa Mulyoharjo untuk pusat kerjinan ukir dan patung Jepara.
Sedangkan untuk Kerjinan ukir berbentuk Relief terletak di desa Senenan dekat Rumah sakit Kartini Senenan.
Menurut sejarah mengapa masyarakat Jepara mempunyai keahlian di pahat ukir kayu adalah konon pada jaman dulu kala ada seorang seniman hebat yang bernama Ki Sungging Adi Luwih.Dia tinggal di kerajaan.Kepiawaian Ki Sungging ini terkenal dan sang raja pun akhirnya mengetahuinya.Singkat cerita raja bermaksud memesan gambar untuk permaisurinya kepada Ki Sungging.Ki Sungging bisa menyelaikan gambarnya dengan baik namun pada saat Ki Sungging hendak menambahkan cat hitam pada rambutnya,ada cat yang tercecer di gambar permaisuri tersebut bagian paha sehingga nampak seperti tahilalat.Kemudian diserahkan kepada raja dan raja sangat kagum dengan hasil karyanya.Namun takdir berkata lain sang raja curiga kepada Ki Sungging bahwa mungkin Ki Sungging pernah melihat permaisuri telanjang karena melihat gambar tahilalat pada pahanya.Akhirnya raja menghukum Ki sungging dengan membawa alat pahat disuruh membuat patung permaisuri di udara dengan naik layang-layang.

Ukiran patung permaisuri sudah setengah selesai tapi sialnya datng angin kencang dan patung jatuh dan terbawa sampai Bali.Itulah sebabnya mengapa masyarakat Bali juga terkenal sebagai ahli membuat patung.Dan untuk alat pahat yang dipakai oleh ki Sungging jatuh di belakang gunung dan ditempat jatuhnya pahat inilah yang sekarang diakui sebagai Jepara tempat berkembangnya ukiran .

BENTUK DAN MOTIF UKIRAN JEPARA

Ukiran Jepara mempunyai ciri khas yang menunjukkan bahwa ukiran itu asli produk Jepara atau tidak.Salah satu ciri khas yang terkandung didalamnya adalah bentuk corak dan motif.Untuk motif sendiri bisa kita lihat dari : Daun Trubusan yang terdiri dari dua macam yaitu dilihat dari yang keluar daritangkai relung dan yang keluar dari cabang atau ruasnya.
Ukiran asli Jepara juga terlihat dari motif Jumbai atau ujung relung dimana daunnya seperti kipas yang sedang terbuka yang pada ujung daun tersebut meruncing.Dan juga ada buah tiga atau empat biji keluar dari pangkal daun.Selain itu,tangkai relungnya memutar dengan gaya memenjang dan menjalar membentuk cabang-cabang kecil yang mengisi ruang atau memperindah.
Ciri-ciri Khas diatas sudah cukup mewakili sebagai identitas ukiran Jepara.Bentuk motif ukiran tersebut ada juga yang oleh para ahli pahat disisipkan di berbagai alat rumah tangga dan mebel jepara seperti contoh di kursi atau meja yang diberikan ukiran khas Jepara,juga yang lain misal figura foto yang diberi khas Jepara dengan ukiran.

PELUANG USAHA UKIRAN DAN MEBEL DI JEPARA

Ukiran dan mebel Jepara terkenal mulai dari dalam kota,dalam negeri sampai di liaur negeri juga.Hal ini tentu memberi kemudahan untuk pengenalan produk dan ada keuntungan titik awal karena sudah mulai dikenal oleh kalangan luas.Kalu di dalam kota sendiri pusat penjualan terletak di desa Ngabul,Tahunan sedangkan untuk di luar negeri dengan adanya ASEAN CHINA FREE TRADE AREA ( ACFTA ) bisa menjadi peluang perdagangan strategis ukir Jepara.
Ukiran Jepara bisa lebih banyak dikenal di mata dunia dan kita juga bisa mengembangkan usaha ukiran melalui peluang diatas.Tapi perlu diingat juga bahwa bisa juga menjadi tantangan untuk kita karena ada berlakunya kemitraaan dagang strategis melalui TRADE RELATED INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS ( TRIPP ) karena dengan adanya pasar bebas dan hukum dagang international,teknologi tradisional karya Jepara seperti ukiran perlu dilindungi hak patennya.

Hak paten sangat diperlukan untuk membantu proses perdagangan ukiran Jepara.Jika kita sudah memiliki hak paten tersebut padahal disisi lain ukiran di jepara sudah dikenal oleh kalangan luas,maka proses penentuan harga dan pemasarannya pun akan mudah.Dan dari waktu ke waktu para pemesan atau pembeli akan tahu bahwasanya kalu pedagang dari Jepara sudah pasti membawa khas produknya yaitu ukiranjepara.